Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts
Showing posts with label Entrepreneurship. Show all posts

Saturday

First Sight: Telor Asin


Pertama kali gue praktek kewirausahaan diluar tugas sekolah adalah dengan berjualan telor asin. Ini adalah ide dari temen gue yang waktu itu kita lagi menikmati masa liburan bulan ramadhan dan mencari kegiatan yang bisa dilakukan. Berhubung liburan itu terlalu panjang buat kita dan uang jajan pun menipis, akhirnya kita memutuskan untuk mencari tambahan uang jajan sendiri. Nah setelah beberapa hari kita saling kasi ide buat ngelakui hal apa, temen gue mencetuskan kenapa kita ngga jual telor asin aja. Sesuai dengan apa yang dia liat di Acara sebuah TV swasta dia menceritakan kronolginya dan gue pun menyanggupinya.

Kita mengajak seorang teman lagi untuk ikut membantu, karena kalo berdua rasanya kurang rame buat kita dan pas ada temen yang pengen ikutan join. Kita bertiga awalnya pada waktu itupun memang udah sering hangout bareng, jadi kita lumayan tau satu sama lain yang setidaknya menurut gue mendecrease resiko kedepan saat kita udah didalam usaha tersebut.

Tanpa berlama-lama lagi, kita langsung menyusun strategi hingga prospek masa depannya kalo kita ngejalanin usaha tersebut. Malam nya kita langsung sms semua teman yang tau dimana yang ada ternak bebek terdekat, karena kita telah survey bahwa harga dari peternak lebih murah dibanding harga telor bebek yang ada dipasar.

Mulai dari malam itu kita dapat dua orang yang ngasi tau tempat ternak bebek terdekat, sama-sama cewek yang salah satunya cewek yang lagi gue pdkt-in. and thanks for her help at that time, obviously. Pas kita ke tkp tidak berjalan semulus yang dikira, tkp pertama kita sampe ujan-ujanan dan tiba dengan tangan hampa dua kali, karena telornya tidak mencukupi dan belum siap panen. Nah di tkp yang kedua, kita sampe sempet nyasar soalnya cewek yang nunjukin jalan baru kita kenal dan dia bawa motor sendiri, lebih ngebut dari kita bertiga. Buset dah itu cewek pikir gue pas kita nungguin, karena kemungkinannya kalo nggak dia kelambatan ya terlalu cepat, tapi yang pasti kita kehilangan jejak.

Dan akhirnya kita nyampe ke tempat yang dia maksud, yang mana tempat ternak bebek itu adalah milik oom-nya dia. dengan harga Rp 50K/papan, kita beli dua papan.

Kita liat resepnya di internet, dan dapet resep telur asin pake rasa. Jadi kita coba rasa bawang, caranya gampang cuma dengan menambahkan gilingan bawang halus kedalam adonannya sebelum dibiarkan terbungkus selama 7 hari. 

Karena kedangkalan pengalaman kita waktu itu, kita banyak melakukan kesalahan, pertama kali nyoba kita ngeramin adonannya selama 14 hari. Yeah, wasting time. Yang kedua, setelah kita eramin adonannya malah kita oven lagi. Yeah, wasting energy. Yang harusnya kan kalo udah di eramin, telornya udah masak dengan sendirinya tanpa harus dioven lagi.

And for the girl whose help us, terimakasih juga udah masakin kita waktu itu. Dan dia juga bantuin dokumentasi serta ekspedisi ke tkp pertama.

Dan kita ngejualnya didalam lingkungan perumahan kita, sebelum buka puasa. Kita nyari ibu-ibu yang lagi ngobrol dan kita tawarin. Alhamdulillah di borong lumayan banyak, sisanya  kita tarok diwarung temen gue, jadi kalo orang mau beli dia yang nawarin. Nah hasilnya kita dapat untung sekitar 15-20% dari modal awal. Sebenernya pengen dilanjutin, cuma kalo telor asin, melihat kemampuan kita kurang efektif untuk dijalur ini. Lagiupula gue sendiri harus fokus ke pelajaran kelas 3 setelahnya untuk mendapatkan kuliah di universitas idaman.

Pengalaman kita udah nambah, kita mencoba praktek dilapangan tanpa mentor. Suatu usaha yang bisa dibilang memberikan langkah untuk kita supaya tetap bergerak maju. 



Wanna see picts?


Wednesday

Entrepreneurship, Awalnya


Entrepreneurship, gue kenal kata-kata ini sewaktu memasuki sebuah jenjang pendidikan dimana proses awalnya gue diharuskan mempelontoskan kepala dan tiarap, melakukan peraturan baris-berbaris sambil berjemur yang seluruh pesertanya menggunakan baju putih seperti orang-orang tanpa dosa masuk ke sebuah tempat yang entah itu disebut surga atau neraka. Selama 5 hari dari subuh hingga maghrib menjelang dan burung-burung yang terbang tanpa akal itupun juga pulang. Sekolah Menengah Kejuruan yang lebih dikenal sebagai SMK, atau bagi kami yang mengenyam pendidikan disana lebih senang memanggilnya dengan sebutan STM. It's Oldschool caller!

Di kelas 1, disini gue bertemu dengan guru bidang entrepreneur / kewirausahaan yang menjelaskan materi dengan suara yang teramat pelan bahkan bisa dibilang suara kodok disekitar rumah gue sewaktu hujan sedang turun jauh lebih nyaring dibandingkan dengan suara guru tersebut. Jadi, gue coba beradaptasi dengan lingkungan baru dan berusaha memaklumi hal tersebut. Kan masih anak baru, gak boleh songong. Ya... gitulah.

Entrepreneurship itu adalah bidang ilmu yang sangat mulia tapi sebanding dengan ngantuk yang dihasilkan. Bidang ini membahas bagaimana cara kita bermimpi, berfikir, dan bertindak untuk merealisasikan perencanaan dari hasil kreatifitas masing-masing serta teamwork. Awalnya gue sering ngantuk dan hampir ketiduran, namun jatuhnya bukan dipelajaran KWU ini, tapi sesudahnya. Pelajaran kimia. Bahkan di pertemuan ke-4 dengan guru kimia, gue dilempar dengan penghapus dari depan kelas dan kalian pasti tau gimana reaksi gue, temen kelas gue dan guru tersebut. Yang otaknya dangkal pasti kreatifitas khalayannya buruk. Cih. Bayangan gue yang lagi kalian pikirkan tidak seburuk itu.

Sering sekali didalam pelajaran ini diiming-imingi menjadi orang kaya, sukses, berhasil, banyak duit yang gue pribadi sih percaya, ini kan pelajaran mulia. Ya itu, kalo pas gue tidur baru keliatan.

Sampe sekarang gue udah praktek sana-sini, buat ini-itu, jualan produk asal halal dan bukan jual diri. In case, semuanya memberi pertanda baik dan bahkan sekarang gue merasa mimpi  yang ada pas saat gue  tidur perlahan-lahan keluar dari tempat asalnya dan menyambangi kediaman nyata gue, My real world.

So, what the fuck you're learning and doing about to be an Entrepreneur, jangan berhenti dan jangan pernah puas. Materi itu perlu, namun praktek dilapanganlah yang menegaskan sejauh mana letak keberhasilan. Entrepreneur itu menurut gue tentang bagaimana kita sebagai pribadi sukses mendisiplinkan diri dengan mengadopsi pola pikir terbaik. Jangan lupakan darimana kau berasal walaupun saat sudah mencapai titik puncak. Tetap ramah, rendah hati dan respect terhadap siapapun. Itulah seorang Entrepreneur yang berhasil.